Kam. Jan 15th, 2026
Gunung Argopuro - petualang dunia

Gunung Argopuro dikenal luas sebagai salah satu gunung paling legendaris di Indonesia, bukan karena ketinggiannya, melainkan karena jalur pendakiannya yang ekstrem dan panjang. Gunung menawarkan pengalaman mendaki yang berbeda, penuh tantangan, sunyi, dan sangat menguji ketahanan mental. Bagi para pendaki sejati, Argopuro bukan sekadar destinasi, melainkan simbol ketangguhan dan konsistensi langkah.

Mengenal Gunung Argopuro Secara Umum

Gunung Argopuro terletak di wilayah Kabupaten Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, dan Jember, Jawa Timur. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 3.088 mdpl dan merupakan bagian dari Pegunungan Iyang. Berbeda dengan gunung populer lain di Jawa, Argopuro terkenal karena jalurnya yang panjang, sepi, dan minim fasilitas.

Pendakian bukan hanya soal fisik, tetapi juga manajemen logistik, navigasi, dan mental. Jarak antar pos yang jauh membuat pendaki harus benar-benar siap sebelum menapakkan kaki di jalur ini.

Pilihan Jalur Pendakian Gunung Argopuro

Jalur Baderan – Jalur Favorit Pendaki

Jalur Baderan di Situbondo adalah jalur paling populer untuk mendaki Gunung.

Pendaki akan melewati titik terkenal seperti Cikasur, Savana Lonceng, dan Rawa Embik sebelum mencapai puncak Rengganis.

Jalur Bremi – Lebih Panjang dan Lebih Sepi

Jalur Bremi di Probolinggo dikenal lebih panjang dan jarang dilalui. Cocok bagi pendaki yang ingin merasakan kesunyian total dan tantangan navigasi yang lebih kompleks.

Pos-Pos Penting yang Harus Diketahui Pendaki

Cikasur, Savana Terluas di Jawa Timur

Cikasur adalah padang savana luas yang sering dijadikan tempat camp utama. Pemandangan di Cikasur sangat ikonik, terutama saat matahari terbit dengan latar Gunung Raung dan Gunung Ijen.

Rawa Embik, Jantung Argopuro

Rawa Embik merupakan danau kecil alami yang menjadi sumber air utama. Lokasi ini juga menjadi titik spiritual bagi sebagian pendaki karena atmosfernya yang tenang dan magis.

Flora dan Fauna Khas Gunung

Gunung Argopuro memiliki keanekaragaman hayati yang masih terjaga. Pendaki dapat menjumpai bunga edelweiss, anggrek hutan, serta berbagai tumbuhan endemik pegunungan.

Untuk fauna, kawasan ini menjadi habitat Macaca fascicularis, rusa, hingga burung elang jawa (Nisaetus bartelsi). Interaksi dengan satwa liar menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

Situs Bersejarah dan Nilai Mistis

Gunung ini menyimpan banyak peninggalan sejarah seperti kolam renang Belanda, pondasi bangunan tua, dan jalur kuda peninggalan kolonial.

Persiapan Wajib Sebelum Mendaki Gunung

Fisik dan Mental Harus Prima

Pendakian panjang menuntut fisik yang terlatih.

Logistik dan Navigasi

Karena jalur panjang dan minim sinyal, penggunaan peta, GPS, dan kompas sangat penting.

Waktu Terbaik Mendaki Gunung

Musim kemarau antara Mei hingga September menjadi waktu terbaik mendaki Gunung. Jalur relatif lebih kering dan risiko hujan berkurang. Meski demikian, suhu malam hari bisa sangat dingin, terutama di area savana.

Tips Aman dan Etika Pendakian

Pendaki wajib menerapkan prinsip leave no trace. Jangan meninggalkan sampah, jangan merusak flora, dan hormati alam serta kepercayaan lokal. Gunung bukan tempat untuk uji nyali sembarangan, melainkan ruang belajar tentang kesabaran dan ketekunan.

Kenapa Gunung Argopuro Layak Masuk Daftar Pendakian Anda

Gunung Argopuro bukan gunung untuk semua orang, tetapi justru itu yang membuatnya istimewa. Jalur panjang, lanskap beragam, dan nuansa sejarah menjadikannya paket lengkap bagi pendaki berpengalaman.

Setiap langkah di Gunung Argopuro mengajarkan arti konsistensi, manajemen diri, dan rasa hormat pada alam.

Gunung Argopuro, Ujian Sejati Seorang Pendaki

Pada akhirnya, Gunung Argopuro bukan tentang seberapa cepat mencapai puncak, melainkan tentang perjalanan panjang yang membentuk karakter.