Hutan De Djawatan merupakan destinasi wisata alam yang langsung mencuri perhatian sejak langkah pertama kaki menginjak kawasan ini. Berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur, tempat ini sering disebut sebagai “hutan ala Lord of the Rings” versi Indonesia berkat deretan pohon trembesi raksasa yang menciptakan suasana magis, teduh, dan menenangkan.
Hutan Trembesi Raksasa yang Magis di Banyuwangi
Cabang-cabangnya saling bertaut, membentuk kanopi alami yang membuat cahaya matahari masuk secara dramatis. Tak heran jika banyak pengunjung merasa seperti masuk ke dunia fantasi.
Pesona Visual yang Sulit Dilupakan
Lumut di batang pohon, daun kering di tanah, dan sinar matahari yang menembus celah ranting menciptakan landscape yang fotogenik dari berbagai sudut.
Spot Favorit untuk Fotografi Alam
Bagi pecinta fotografi, Hutan De Djawatan adalah surga. Setiap sudut terasa “hidup” dan estetik, baik untuk foto pribadi, prewedding, hingga konten media sosial. Bahkan tanpa edit berlebihan, hasil fotonya sudah terlihat dramatis.
Sejarah Singkat Hutan De Djawatan
Awalnya, kawasan ini bukan tempat wisata. Hutan dulunya merupakan area pengelolaan kayu milik Perhutani.
Peran Perhutani dalam Pelestarian
Pengelolaan kawasan ini tetap berada di bawah Perhutani dengan fokus pada konservasi.
Lokasi dan Akses Menuju Hutan De Djawatan
Hutan De Djawatan terletak di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Akses menuju lokasi tergolong mudah karena berada tidak jauh dari jalan utama.
Rute yang Mudah Dijangkau
Pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Dari pusat kota Banyuwangi, perjalanan memakan waktu sekitar 45–60 menit dengan kondisi jalan yang cukup baik.
Jalan Santai di Bawah Kanopi Trembesi
Berjalan santai sambil menghirup udara segar menjadi aktivitas favorit. Suasana sejuk dan tenang membuat pikiran terasa lebih rileks, cocok untuk healing dari rutinitas harian.
Piknik Santai Bersama Keluarga
Area hutan yang luas memungkinkan pengunjung menggelar tikar dan menikmati bekal sederhana.
Waktu Terbaik Berkunjung ke Hutan De Djawatan
Pemilihan waktu berkunjung sangat memengaruhi pengalaman wisata. Datang di waktu yang tepat akan membuat suasana terasa lebih maksimal.
Pagi dan Sore Hari yang Ideal
Pagi hari menawarkan udara yang sangat segar, sementara sore hari menyuguhkan cahaya keemasan yang indah untuk fotografi. Kedua waktu ini menjadi favorit karena tidak terlalu panas.
Fasilitas Penunjang Wisatawan
Meski mengusung konsep alami, Hutan tetap menyediakan fasilitas dasar yang cukup memadai bagi pengunjung.
Area Parkir dan Warung Lokal
Tersedia area parkir luas serta warung-warung kecil yang menjual makanan dan minuman. Kehadiran warga lokal sebagai pelaku usaha juga menambah kesan ramah dan hangat.
Gunakan Pakaian Nyaman dan Alas Kaki Tepat
Pakaian santai juga membantu menikmati aktivitas tanpa ribet.
Tetap Jaga Kebersihan dan Etika Alam
Sebagai kawasan hutan, menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Hindari membuang sampah sembarangan dan jangan merusak bagian apa pun dari alam sekitar.
Daya Tarik Hutan Dibanding Wisata Lain
Bukan hanya soal keindahan, tetapi juga suasana yang tercipta secara alami.
Nuansa Eco-Tourism yang Kental
Wisata ini menawarkan pengalaman eco-tourism yang sesungguhnya, di mana pengunjung menikmati alam tanpa eksploitasi berlebihan. Inilah yang membuatnya terasa autentik dan berkelas.
Alasan Hutan De Djawatan Wajib Masuk Daftar Liburan
Jika Anda mencari wisata yang tenang, estetik, dan cocok untuk semua usia, maka Hutan adalah jawabannya. Tempat ini bukan sekadar destinasi, melainkan ruang untuk bernapas dan menikmati alam secara utuh.
Keajaiban Alam Bernama Hutan De Djawatan
Pada akhirnya, Hutan De Djawatan tidak hanya menyuguhkan pohon trembesi raksasa atau spot foto yang indah, tetapi juga menghadirkan pengalaman menyatu dengan alam yang sulit dilupakan.
